Pohon Kurma pun menangis merindukan Rasulullah SAW


download (4)

Dulu di masa Rasulullah SAW, di dalam mesjid Nabawi yang mulia, ada sebatang pohon kurma tepat di bagian depannya. Di batang pohon kurma ini jika Rasulullah SAW khutbah, taklim atau membacakan wahyu, beliau sering bersandar, bertelekan, atau memeluknya.
Sampai kemudian para sahabat membangunkan untuk beliau sebuah mimbar, agar Rasulullah SAW bisa berbicara dengan posisi yang lebih baik menurut sahabat. Setelah beberapa waktu beliau SAW berceramah di atas mimbar, suatu ketika rasulullah SAW melewati pohon kurma itu untuk menuju mimbar. Dan apa yang terjadi? Pohon kurma itu terdengar menangis merintih sedih. Ini salah satu mukjizat Nabi SAW. Pohon kurma menangis karena merindui Nabi SAW.Pohon kurma itu menangis tak terdiamkan. Lalu rasulullah SAW turun dari mimbar dan memeluknya, melepas urai kerinduan pohon kurma pada beliau SAW. Kata Rasulullah SAW, “Sungguh jika aku tak memeluknya, niscaya tangisnya akan terdengar sampai hari kiamat datang”. Duhai betapa rundunya kurma itu!

Sungguh, kita kaum muslimin jauh lebih berhak dan wajib merindukan Rasulullah SAW dibanding sepucuk pohon kurma. Sudahkah kita merindukan beliau SAW, jauh melebihi kerinduan pohon kurma itu?

Jika cinta pohon kurma diterima dan dibalas beliau SAW, terlebih lagi cinta dan kerinduanku dan kalian sebagai ummat beliau.. sekarang, tidakkah kita tergerak untuk mencintai dan merindui sang nabi SAW.?

Perbanyaklah berdoa untuk dirimu dan seluruh saudara muslimmu di timur dan barat:
“Allahumma ya Robbanaa.. akrimnaa bi mahabbati rasulikal kariim..”
[Ya Allah, Ya Tuhan kami.. muliakan kami dengan kecintaan kepada Rasul-MU yang mulia].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: