Intruksi dari Al-Habib Umar bin Hafidz kepada jama’ah Majelis Rasulullah SAW dan dakwah dengan Kelembutan


Al- Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa  :
“saya ingin menyampaikan tentang semakin semaraknya perpecahan antara muslimin, disini kita mendapatkan perintah dari guru mulia kita Al-hafidh Al-Musnid Al-Habib Umar bin Hafizh, untuk tidak melibatkan diri dalam demo, apakah demo damai atau demo anarkis, beliau mengatakan semua demo damai atau anarkis sama saja dan jangan dilakukan, karena itu akan memanaskan daripada perpecahan muslimin, jadi mereka yang berdemo silahkan saja, tapi Majelis Rasulullah SAW mau menghindari, seruan beliau disampaikan untuk para ulama dan para kiayi, seraya berkata; sampaikan pada kiayi-kiayi kita dan para ulama kita dan semua orang-orang yang mengenalku, katakan bahwa Umar mengatakan hal ini, untuk menarik diri, “la yatada’ul bihalil-amr” mundur daripada segala acara seperti itu, tugas kita adalah “ittaqullah wa da’wah ilallah la ghoiro dzalik” tugas kita adalah taqwa kepada Allah dan memperluas dakwah Allah SWT, tidak lebih dari itu” dari gerakan-gerakan muslimin

Demikian intruksi langsung dari beliau, oleh sebab itu saya mohon hadirin hadirot menahan diri untuk berangkat, acara apa pun mengatas namakan demo atau unjuk rasa, jadi mereka yang akan berangkat saya harap jangan pakai atribut Majelis Rasulullah, jangan sampai terlihat ada bendera Majelis Rasulullah. Yang berjuang dengan kekerasan dan ketegasan silahkan dan kita berjuang dengan kedamaian, jadi muslimin tidak kemana-mana, kalau semua kekerasan, nanti muslimin yang suka kelembutan jadinya kecil, jadi muslimin tidak kemana-mana, yang mau ikut dengan ketegasan ada kelompoknya, ada orangnya muslimin muslimat, yang dengan kedamaian diantaranya Majelis Rasulullah SAW, jadi saya mohon jangan khianati Majelis Rasulullah, dengan memakai jaket Majelis Rasulullah dan bendera Majelis Rasulullah diacara-acara tersebut, karena ini intruksi langsung dari guru mulia kita.

Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.
Tentunya dalam permasalahan ini kita menghendaki kedamaian muncul dalam jiwa kita, itu saja, sekarang tugas kita menciptakan kedamaian bagi muslimin muslimat yang semakin panas ini, jangan ditambahi lagi permusuhan, terus kita damaikan saja, kita rangkul muslimin muslimat yang terus berjuang, jangan diperangi atau jangan dicaci atau disalahkan, silahkan mereka terus berjuang, masing-masing punya cara dalam perjuangan, kita Majelis Rasulullah tidak diam terhadap ahmadiyah, tapi cara kita bukan dengan unjuk rasa pada pemerintah, kita setiap malam, sebelum ini diributkan dan didemo, sudah membenahi keadaan muslimin muslimat dengan cara mengenalkan sosok Muhammad Rasulullah SAW.

Hadirin, masalah bukan hanya ahmadiyah, ahmadiyah ini jumlahnya tidak satu prosen muslimim muslimat di Indonesia, ada narkoba, ada perzinahan, ada perjudian, ada pemurtadan, ada misionaris, dan lain sebagainya, jadi dengan cara yang saya sampaikan dan guru-guru kita sampaikan adalah membenahi umumnya keadaan, membenahi segala kerusakan, perlahan-lahan tentunya, setiap malam Majelis Rasulullah ada majelis dimana-mana, terus membenahi masyarakat dan mempunyai hasil, dari tahun 1998 sampai sekarang, sepuluh tahun, ini majelis awalnya sembilan orang, sekarang mencapai hampir 2 Jutaan, dan juga bukan hanya disini, ini majelis mingguan saja, di wilayah-wilayah lain juga terus, ini pembenahan muslimin muslimat, dan semakin makmur hal-hal yang seperti ini, semakin terdesak semua aliran-aliran sesat, Alhamdulillah malam hari ini ada yang masuk Islam dan terus dan terus dan terus, hadirin hadirot kita bersatu, yang dengan ketegasan silahkan, yang dengan kedamaian, jadi muslimin tidak kemana-mana, silahkan saja mau pilih yang mana, tapi jangan sampai Majelis Rasulullah SAW dilibatkan kesana, karena tadi sudah ada telpon dari POLDA juga dari beberapa aparat, apakah Majelis Rasulullah ikut, karena ada yang memakai bendera Majelis Rasulullah? Saya bilang; yang ikut karena belum tahu saja, karena memang mungkin tidak sampai kabarnya.

Demikian hadirin hadirot yang dimuliakan Allah, untuk pribadi saya, saya tidak takut ditangkap, cuma yang saya takutkan, kalau dakwah ini terhambat, itu saja. Hadirin hadirot, kendala diMajelis Rasulullah bukan tidak ada, dari dulu, tahun 2000 saya sudah pernah diracun dirumah sakit hingga lumpuh, hingga dokter katakan tidak bisa sembuh, terkecuali delapan tahun baru bisa berdiri lagi, tapi Alhamdulillah dengan doa guru mulia kita, saya bisa berdiri lagi hanya dua bulan saja dikursi roda, kata dokter delapan tahun, tidak akan sembuh itu lumpuh, karena apa? karena obat yang berlebihan dosisnya, disengaja dirumah sakit non muslim, tahun 2002 saya menuju cipanas di sabotase dan mobil kita dihantamkan kepada tembok beton, mobilnya hancur, orang yang lihat mobil, tidak percaya orang yang didalamnya selamat, itu tahun 2002 kejadian sabotase seperti itu, tahun 2004 saya diracun, dibawakan buah parsel yang sudah diracun, tentunya hal seperti ini terus datang, tapi tentunya Allah terus melindungi kita insya Allah, dan saya selalu bermunjat kepada Allah, seandainya saya harus wafat dalam perjuangan ini, jangan wafatkan sebelum Jakarta menjadi serambi Madinatul Munawarah, sebelum Jakarta ini damai dengan panji sayyidina Muhammad SAW wa barak’alaih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: