Tragedi 11 September


Tragedi 911 sudah lama berlalu. Namun opini dunia memang masih kental diwarnai dengan opini yang dibikin oleh jaringan mesin propaganda Zionis. Berbagai data dan fakta ilmiah sudah disampaikan ratusan ilmuwan dunia yang menentang pandangan rezim Bush jika Menara kembar WTC roboh hanya karena hantaman sebuah pesawat jet komersil. Pentagon pun sebenarnya bukan dihantam pesawat terbang, namun dihantam oleh sebuah misil udara ke darat yang memang mirip pesawat bernama Air to Ground Missile 86-C, yang merupakan generasi ketiga dari CALCM (Conventional Air Launched Cruise Missile) yang telah dilengkapi dengan uranium dengan panduan GPS (Global Positioning System).

Nah, masalah yang sebenarnya adalah mengapa kebenaran tersebut tidak menjadi opini dunia, malah ketidak-benaran yang sampai detik ini masih saja dianut dan diyakini oleh banyak warga dunia, termasuk sebagian umat Islam di Indonesia ini.

Jawaban dari masalah itu adalah disebabkan karena umat Islam di dunia, termasuk di negeri ini, tidak memiliki kesadaran yang benar tentang pentingnya menguasai media massa. Adalah suatu realita jika Zionis sekarang ini menguasai jaringan media massa dunia, baik itu berupa kantor-kantor berita, surat-surat kabar, majalah, buku, film, bahkan lembaga-lembaga ‘ilmiah’ yang banyak mengeluarkan hasil-hasil kajian yang seolah ‘ilmiah’ kepada komunitas ilmuwan dunia, namun sesungguhnya merupakan bagian dari suatu bentuk propaganda mereka. Kaum Zionis dengan sangat cerdas melihat pentingnya penguasaan media massa. Sebab itu mereka dengan cepat berlomba-lomba mendirikan mesin opini agar dunia bisa dijadikan pendukung pandangan-pandangan mereka.

Adalah suatu fakta jika umat Islam dunia, dan juga negeri ini, masih saja tidak perduli dengan penguasaan media massa. Adalah suatu hal yang aneh dan konyol di negeri ini, di mana dikatakan negeri mayoritas Muslim terbesar dunia, ternyata tidak memiliki satu pun stasiun teve untuk dakwah yang lurus. Umat Budha yang keberadaannya minoritas di negeri ini saja sudah memiliki stasiun teve, DAAI-TV, yang acaranya sangat bagus dan profesional, tanpa harus melacurkan idealisme ajaran cinta kasih keyakinannya. Mana stasiun teve umat Islam yang berani berdakwah, menyebarkan amar ma’ruf nahyi munkar dengan lurus, di negeri ini? Tidak ada!

Bisa jadi, sebab ketidakpedulian kita, atau sikap kita yang ingin gampangnya saja, yang menyebabkan sekarang ini kita memiliki ribuan kelompok nasyid, namun tidak ada satu pun dari kita yang sungguh-sungguh mendirikan kelompok riset atau kajian ilmiah yang besar. Inilah wajah kita sesungguhnya.

Lantas bagaimana sikap kita untuk merespon hal ini? Susah juga menjawabnya. Setiap stasiun teve dan juga media massa memiliki ideologinya sendiri. Bohong besar jika mereka mengatakan mereka mengedepankan profesionalitas pers yang tidak memihak. Kebenaran itu selalu memihak. Kita tidak akan bisa menggantungkan perjuangan kita kepada pihak-pihak lain.

Nah, kepada yang merasa memiliki kemampuan untuk mendirikan stasiun teve misalnya, silakan mulai bekerja secara sungguh-sungguh dan fokus. Kepada para tokoh Islam yang sudah jadi pejabat negara, buat regulasi yang benar tentang dakwah al-haq, amar ma’ruf nahyi munkar, yang benar dan berani. Sungguh, suatu hal yang sangat memalukan, negeri Muslim terbesar di dunia ini, majalah mesum seperti Playboy bisa beredar bebas. Ke mana saja tokoh-tokoh Islam yang duduk di elit kekuasaan sekarang ini?

Dan sebagai rakyat biasa, mulailah kita membiasakan diri bersikap kritis terhadap siapa pun dan apa pun, kecuali tentunya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Hadiri dan ramaikanlah kajian-kajian ilmiah, perbanyaklah membaca buku yang bermutu dan kurangi nonton teve, isi halaqah-halaqah dengan nasrul-fikrah yang benar, bukan memanfaatkannya untuk kepentingan politis sesaat yang terbukti banyak mudharat dan minim manfaat. Wallahu’alam bishawab.

 

Satu Tanggapan

  1. kok KUCING MAJLIS. anda mengumpat ya……………!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: